Jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh pada Senin (28/12) mengatakan Iran akan mempertahankan diri dari langkah mililter yang dikerahkan menjelang pelantikan Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada 20 Januari 2021.
"Semua orang tahu kebijakan (Teheran) mengenai keamanan nasional. Semua orang tahu betul seberapa tinggi risiko yang ditumbulkan jika garis merah Iran dilanggar," kata Khatibzadeh memberikan peringatan.
"Kami telah mengirim pesan kepada pemerintah AS dan teman-temannya di kawan saat ini untuk tidak memulai petualangan baru di hari-hari terakhirnya di Gedung Putih," lanjut dia, seperti dikutip
The National.
Lebih lanjut, ia mengatakan Iran tidak berupaya meningkatkan ketegangan, melainkan meminta Washington untuk menunggu kepemimpinan Biden.
Pernyataan Khatibzadeh muncul setelah media Israel melaporkan bahwa kapal selam Israel melintasi Terusan Suez, menuju Teluk.
Pengerahan kapal selam itu terjadi di tengah ketegangan antara Iran dan Israel akibat pembunuhan ilmuwan nuklir Mohsen Fakhrizadeh pada bulan lalu. Iran menuding Israel turut serta dalam operasi pembunuhan tersebut.
Sementara itu, AS juga menuding Iran terlibat dalam serangan roket yang menargetkan kedutaannya di Baghdad, Irak, pada pekan lalu. Itu lantaran serangan tersebut terjadi menjelang peringatan pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani dalam serangan pesawat tak berawak AS pada awal 2020.
BERITA TERKAIT: