Alhasil, saat ini Teheran tengah memperkuat sistem pertahanan udaranya yang terletak dekat di fasilitas nuklir sebagai langkah pencegahan terhadap kemungkinan serangan rudal AS.
Surat kabar
Kuwaiti Al-Qabas pada Kamis (24/12) melaporkan, Iran sudah memasang sistem pertahanan udara dan pencari radar milik pasukan Garda Pengawal Revolusi Iran (IRGC) untuk melindungi fasilitas nuklir di provinsi Isfahan. Di sana terdapat pabrik pengayaan uranium Natanz.
Dikutip dari
Sputnik, langkah tersebut diambil oleh Iran setelah Washington menudingnya menjadi dalang di balik seranagn roket pada Minggu (20/12) yang menargetkan Kedutaan Besar AS di Baghdad. Ketika itu, sistem pencegat AS di Zona Hijau berhasil menembak jatuh tiga roket.
Setelah insiden tersebut, Trump dalam akun Twitter-nya memperingatkan Iran bahwa AS akan meminta pertanggungjawaban Teheran jika terdapat warganya yang tewas.
Ketegangan antara Iran dan AS pecah setelah Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir dan memberlakukan kebijakan tekanan maksimum pada Teheran.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: