Ditahan berbulan-bulan Karena Laporan Virus Di Wuhan, Jurnalis Warga Di Tiongkok Baru Akan Disidang Pekan Depan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Sabtu, 19 Desember 2020, 06:03 WIB
Ditahan berbulan-bulan Karena Laporan Virus Di Wuhan, Jurnalis Warga Di Tiongkok Baru Akan Disidang Pekan Depan
Seorang pekerja dengan pakaian pelindung terlihat di pasar makanan laut yang ditutup di Wuhan, provinsi Hubei, China 10 Januari 2020/Net
rmol news logo Jurnalis warga yang sempat viral karena pelaporannya tentang virus corona, akan menghadapi pengadilan pada akhir bulan ini. Pengacaranya menyampaikan hal itu pada Jumat (18/12) seraya menambahkan bahwa saat ini kliennya itu dalam keadaan kesehatan yang tidak baik.

Zhang Zhan, yang seorang mantan pengacara, melakukan perjalanan ke Wuhan pada Februari di saat kota itu telah dilanda pandemi dan menewaskan banyak orang. Ia merekam pengalamannya dan menyiarkan secara langsung di media sosial berikut pendapatnya.

Dia juga menulis esai yang mengkritik tanggapan pemerintah - termasuk penguncian yang ketat terhadap jutaan orang. Kritiknya dianggap terlalu keras dan memaksakan. Menurutnya, pemerintah tidak memberi cukup informasi kepada masyarakat melainkan hanya sekadar mengunci kota.

"Ini adalah pelanggaran besar hak asasi manusia," tulisnya.

Zhang kemudian ditahan pada Mei atas tuduhan provokasi dan memicu pertengkaran,  menurut pemberitahuan pengadilan, seperti dikutip dari AFP. Tuduhan yang secara rutin digunakan untuk menekan para pembangkang, dengan hukuman penjara maksimal lima tahun.

Zhang menerima pemberitahuan bahwa persidangan akan dilakukan pada 28 Desember, di Shanghai.

Zhang, yang lelah secara psikologis, menderita kesehatan yang semakin buruk, ditambah lagi ia mogok makan sejak bulan Juni. Pengacaranya mengatakan Zhang dicekok paksa makan melalui selang hidung.

"Dia merasa lelah secara psikologis, seperti setiap hari adalah siksaan," ujar pengacara. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA