Zhang Zhan, yang seorang mantan pengacara, melakukan perjalanan ke Wuhan pada Februari di saat kota itu telah dilanda pandemi dan menewaskan banyak orang. Ia merekam pengalamannya dan menyiarkan secara langsung di media sosial berikut pendapatnya.
Dia juga menulis esai yang mengkritik tanggapan pemerintah - termasuk penguncian yang ketat terhadap jutaan orang. Kritiknya dianggap terlalu keras dan memaksakan. Menurutnya, pemerintah tidak memberi cukup informasi kepada masyarakat melainkan hanya sekadar mengunci kota.
"Ini adalah pelanggaran besar hak asasi manusia," tulisnya.
Zhang kemudian ditahan pada Mei atas tuduhan provokasi dan memicu pertengkaran, menurut pemberitahuan pengadilan, seperti dikutip dari AFP. Tuduhan yang secara rutin digunakan untuk menekan para pembangkang, dengan hukuman penjara maksimal lima tahun.
Zhang menerima pemberitahuan bahwa persidangan akan dilakukan pada 28 Desember, di Shanghai.
Zhang, yang lelah secara psikologis, menderita kesehatan yang semakin buruk, ditambah lagi ia mogok makan sejak bulan Juni. Pengacaranya mengatakan Zhang dicekok paksa makan melalui selang hidung.
"Dia merasa lelah secara psikologis, seperti setiap hari adalah siksaan," ujar pengacara.
BERITA TERKAIT: