Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan, langkah tersebut merupakan penghinaan terhadap hukum internasional dan membuktikan bahwa AS telah "kecanduan sanksi".
"Kami mengutuk keras sanksi AS baru-baru ini terhadap Turki dan mendukung rakyat serta pemerintahannya," ujar Zarif di Twitter, seperti dikutip dari
Anadolu Agency, Selasa (15/12).
Cuitan tersebut juga Zarif bubuhkan dengan tagar #NeighboursFirst.
AS sendiri memberikan sanksi kepada Turki berdasaran Countering America's Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA). Sanksi tersebut menargetkan industri pertahanan Turki, SSB, termasuk empat pejabat.
Sanksi tersebut termasuk larangan semua lisensi ekspor AS dan otorisasi untuk SSB, serta pembekuan aset dan pembatasan visa pada Presiden SSb, Dr. Ismail Demir dan pejabat lainnya.
Ankara sudah mengecam keputusan Washington dan menyatakan akan memberikan balasan.
BERITA TERKAIT: