Menurut keterangan yang dirilis oleh Kementerian Keamanan Publik, seperti dikabarkan
Reuters, pria 57 tahun itu dituduh telah melebih-lebihkan biaya sistem pengujian Covid-19 selama transaksi tersebut. Hal itu menyebabkan kerugian 5,4 miliar dong atau sekitar 233.483 dolar AS untuk anggaran negara.
Pernyataan yang sama menyebutm ulah Nhat Cam dan antek-anteknya akan berdampak negatif pada citra dokter dan badan anti-Covid-19. Selain itu, ulahnya juga membuat marah publik dan merusak kepercayaan pada sektor perawatan kesehatan.
Bukan hanya Nhat Cam, pengadilan juga menghukum sembilan orang lainnya antara tiga hingga enam tahun penjara karena keterlibatan mereka dalam masalah tersebut. []
BERITA TERKAIT: