Pada Minggu (22/11), Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed mengultimatum TPLF dengan memberi waktu 72 jam bagi mereka untuk menyerah. Jika tidak, mereka akan menghadapi serangan pasukan militer Ethiopia di Mekelle.
"Awal dari akhir sudah dalam jangkauan," ujar jurubicara pemerintah, Redwan Hussein pada Senin (23/11), mengutip
Reuters.
Di sisi lain, pemimpin TPLF, Debretsion Gebremichael membantah bahwa Mekelle telah dikepung. Ia menyebut ultimatum yang diberikan oleh pemerintah hanya kedok.
Walau begitu, belum ada informasi yang dapat diverifikasi mengingat sambungan telepon dan internet di sana terputus.
Sejak 4 November, pemerintahan Abiy Ahmed mulai mendeklarasikan kampanye melawan TPLF yang dituding telah menyergap pangkalan militer federal.
Konflik sendiri telah menyebar, di mana TPLF menembakkan roket ke wilayah tetangga Amhara dan melintasi perbatasan ke Eritrea karena diduga mendukung pasukan pemerintah.
Hingga saat ini, kemungkinan ribuan orang tewas dalam serangan tersebut dan sekitar 40 ribu orang mengungsi ke Sudan.
BERITA TERKAIT: