Usai Beri TPLF Ultimatum, Ethiopia Kepung Ibukota Regional Tigray

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Selasa, 24 November 2020, 08:31 WIB
Usai Beri TPLF Ultimatum, Ethiopia Kepung Ibukota Regional Tigray
Pemerintah Ethiopia mengaku telah kepung ibukota regional Tigray, Mekelle/Net
rmol news logo Pemerintah Ethiopia mengaku telah mengepung ibukota regional Tigray, Mekelle. Pengepungan dilakukan setelah pemerintah memberikan ultimatum kepada Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF).

Pada Minggu (22/11), Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed mengultimatum TPLF dengan memberi waktu 72 jam bagi mereka untuk menyerah. Jika tidak, mereka akan menghadapi serangan pasukan militer Ethiopia di Mekelle.

"Awal dari akhir sudah dalam jangkauan," ujar jurubicara pemerintah, Redwan Hussein pada Senin (23/11), mengutip Reuters.

Di sisi lain, pemimpin TPLF, Debretsion Gebremichael membantah bahwa Mekelle telah dikepung. Ia menyebut ultimatum yang diberikan oleh pemerintah hanya kedok.

Walau begitu, belum ada informasi yang dapat diverifikasi mengingat sambungan telepon dan internet di sana terputus.

Sejak 4 November, pemerintahan Abiy Ahmed mulai mendeklarasikan kampanye melawan TPLF yang dituding telah menyergap pangkalan militer federal.

Konflik sendiri telah menyebar, di mana TPLF menembakkan roket ke wilayah tetangga Amhara dan melintasi perbatasan ke Eritrea karena diduga mendukung pasukan pemerintah.

Hingga saat ini, kemungkinan ribuan orang tewas dalam serangan tersebut dan sekitar 40 ribu orang mengungsi ke Sudan. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA