Dalam pidatonya yang disiarkan televisi pada tengah hari, Merino, mantan ketua Kongres yang memimpin desakan untuk mendakwa Vizcarra, meminta Kabinetnya agar tetap di tempatnya untuk membantu transisi. Dia mengatakan pengunduran dirinya tidak bisa dibatalkan.
"Saya ingin memberi tahu seluruh negeri bahwa saya mengundurkan diri," kata Merinho, seperti dikutip dari
AFP, Senin (16/11).
Keputusan Merino itu telah meninggalkan negara dalam keadan kosong tanpa seorang pemimpin.
Menanggapi keputusan Merino, anggota parlemen bertemu pada Minggu (15/11) sore waktu setempat untuk menentukan siapa yang harus menjadi presiden negara berikutnya, atau setidaknya, bagaimana dia bisa dipilih.
Merino mengambil alih kursi kepresidenan pada hari Selasa (10/11) setelah Kongres yang didominasi oposisi memilih untuk mencopot pendahulunya, Martin Vizcarra, atas tuduhan penyuapan, sebuah tuduhan yang dibantah Vizcarra.
Pengunduran diri itu menyusul kerusuhan malam di mana puluhan pengunjuk rasa terluka akibat benda tumpul, gas air mata atau proyektil yang menurut kelompok hak asasi sebagian besar berasal dari polisi menggunakan kekuatan berlebihan untuk memadamkan protes.
Jaringan kelompok hak asasi manusia melaporkan bahwa 112 orang terluka dan 41 orang lainnya tidak diketahui keberadaannya. Otoritas kesehatan mengatakan korban tewas termasuk seorang bernama Jack Pintado (22) yang ditembak 11 kali, termasuk di kepala, dan Jordan Sotelo (24) yang dipukul empat kali di dada dekat jantungnya.
"Dua orang muda secara tidak masuk akal, bodoh, dikorbankan secara tidak adil oleh polisi. Penindasan ini - yang melawan seluruh Peru - harus dihentikan," kata penulis Peru dan peraih Nobel Mario Vargas Llosa dalam rekaman video yang dibagikannya di Twitter.
Sementara itu, sejumlah besar pemimpin politik mendesak Merino untuk pergi, dengan setidaknya 13 dari 19 menterinya menyelamatkan diri dari pemerintahannya yang baru dibentuk. Ketua Kongres meminta Merino untuk segera mengundurkan diri dan mengatakan anggota parlemen akan memilih untuk menggulingkannya jika dia menolak.
“Kita harus mengutamakan kehidupan rakyat Peru,†kata Luis Valdez, ketua Kongres saat ini, yang juga berencana untuk mengundurkan diri.
Merino, seorang politisi dan petani padi yang kurang terkenal, menjadi pemimpin Peru pada Selasa setelah pemungutan suara yang menakjubkan oleh Kongres untuk menggulingkan mantan Presiden MartÃn Vizcarra yang populer.
Sebagai ketua Kongres, Merino menduduki kursi kepresidenan berikutnya ketika Vizcarra disingkirkan. Tetapi pengunjuk rasa berpendapat langkah itu merupakan kudeta parlemen ilegal dan menolak untuk mengakuinya.
“Kami ingin suara orang-orang didengar,†kata pengunjuk rasa Fernando Ramirez Sabtu malam saat dia membenturkan sendok ke panci saat protes.
Protes yang mengguncang Peru saat ini sebagian besar dipicu oleh kaum muda yang biasanya apatis terhadap politik negara yang terkenal bergejolak.
Dalam sambutannya sebelum terjadi pergolakan, Merino membantah protes tersebut ditujukan untuk dirinya. Dia mengatakan kepada sebuah stasiun radio lokal bahwa kaum muda berdemonstrasi karena menentang pengangguran dan tidak dapat menyelesaikan studi mereka karena pandemi.
Saat ini Peru memiliki tingkat kematian Covid-19 per kapita tertinggi di dunia dan telah mengalami salah satu kontraksi ekonomi terburuk di Amerika Latin.
BERITA TERKAIT: