Mulai Selasa (11/10), semua bisnis di ibukota Teheran memberlakukan jam malam, di mana setiap restoran bisnis yang tidak penting harus ditutup pada pukul 6 sore selama satu bulan.
Melalui sebuah pesan teks, Menteri Kesehatan Saeed Namaki mendesak warga untuk tidak keluar rumah.
"Jangan tinggalkan rumah Anda sebisa mungkin dan menjauh dari tempat keramaian. Virus corona bukan lelucon," begitu bunyi teks tersebut, seperti dikutip
CNA.
Gubernur Teheran, Anoushiravan Bandpa mengatakan, pemerintah juga memperkenalkan aturan ketat lainnya, seperti membatasi lalu lintas pada malam hari.
Pemberlakuan serangkaian aturan ketat tersebut dilakukan pemerintah seiring dengan terjadinya lonjakan kasus virus corona baru di Iran.
Sejauh ini Iran sudah melaporkan lebih dari 38 ribu kematian, jumlah tertinggi di Timur Tengah. Di mana selama satu bulan terakhir, kematian per hari meningkat hingga 10 kali lipat.
Meski lonjakan kasus dan kematian akibat Covid-19 terus terjadi, pemerintah menolak untuk mengunci ibukota yang menjadi kritikan para ahli kesehatan.
"Kurangnya penguncian di Teheran adalah bencana," kata anggota satuan tugas penanganan Covid-19 Iran, Mino Mohraz.
"Biasanya negara-negara yang tidak mendengarkan pejabat kesehatan menghadapi masalah. Contoh yang baik adalah Amerika Serikat," lanjutnya.
Pemerintah sendiri sebisa mungkin menolak kuncian karena kondisi ekonomi yang terus terhimpit. Terlebih Iran juga harus menghadapi serangkaian sanksi AS.
Dalam beberapa pekan terakhir, mata uang Iran dilaporkan terperosok ke level terendah, membuat rakyat semakin sulit.
BERITA TERKAIT: