Forbidden City atau Kota Terlarang diketahui merupakan sebuah kompleks istana di Distrik Dongcheng, Beijing, China.
Kata
"Forbidden City" yang diplesetkan menjadi
"For Biden City" dalam guyonan itu secara tersirat mempertanyakan soal apakah China mendukung Biden dalam pilpres Amerika Serikat tahun ini.
"Ini semacam lucu-lucuan. Tapi memang mungkin terjadi di China sana. Karena mereka mungkin memperhatikan sekali apa yang terjadi di Amerika Serikat," kata research fellow dari Loyola University Chicago Ratri Istania Ph.D dalam diskusi virtual
RMOL World View bertajuk
"Panas Dingin Pemilu AS" yang dilaksanakan pada Jumat malam (6/11).
Dia menambahkan bahwa warga China tampaknya memang cenderung senang jika Biden yang menang dalam pemilu Amerika Serikat tahun ini.
"Warga China di China sana lebih senang melihat kecenderungan Amerika Serikat mungkin akan memilih Biden sebagai presiden," sambungnya menjawab seorang penanya.
Pasalnya, mungkin selama masa pemerintahan Presiden Donald Trump di negeri Paman Sam, warga China kerap merasakan dampak perang dagang yang terjadi antara China dan Amerika Serikat.
"Mungkin keuntungan mereka berkurang, usaha-usaha kecil atau rumahan berkurang karena tarif tinggi yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap produk China," jelas Ratri.
"Sehingga joke itu pun berkembang, diplesetkan Forbidden City menjadi For Biden City," tandasnya.
BERITA TERKAIT: