Hal itu terlihat dari pernyataan Menteri Pemukiman Israel, Tzachi Hanegbi yang menyoroti rencana Biden untuk mengembalikan AS ke dalam kesepakatan nuklir Iran yang telah ditinggalkan Trump pada 2018.
Dalam beberapa kesempatan, Biden mengungkap rencana untuk kembali ke kesepakatan nuklir Iran atau JCPOA (Joint Comprehensive Plan of Action) 2015. Ia juga kemungkinan akan meninggalkan kebijakan tekanan maksimum pada Teheran dengan mencabut sejumlah sanksi.
Rencana itu membuat Israel khawatir. Hanegbi bahkan mengatakan, kemenangan Biden dapat memicu konfrontasi kekerasan antara Israel dan Iran.
"Biden telah lama mengatakan secara terbuka bahwa dia akan kembali ke perjanjian nuklir," kata Hanegbi, mengutip
Arab News pada Jumat (6/11)..
"Jika Biden tetap dengan kebijakan itu, pada akhirnya akan ada konfrontasi dengan kekerasan antara Israel dan Iran," sambung dia.
Sejak JCPOA disepakati pada 2015, Israel, khususnya Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah mengkritisinya karena dianggap kurang keras terhadap Iran.
Meski begitu, pendapat lain dimiliki oleh Ketua Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Knesset, Zvi Hauser. Ia mengaku yakin jika Biden akan terus bersama dengan Israel.
Lantaran selama Biden menjadi wakil presiden Barack Obama, ia kerap menyebut dirinya sebagai "teman sejati Israel".
"Saya berasumsi bahwa bahkan jika Kesepakatan Iran diperbarui, itu akan lebih baik daripada yang sebelumnya," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: