Analisis AP: 93 Persen Wilayah Dengan Kasus Covid-19 Tinggi Memilih Donald Trump

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Jumat, 06 November 2020, 12:43 WIB
Analisis AP: 93 Persen Wilayah Dengan Kasus Covid-19 Tinggi Memilih Donald Trump
Wilayah dengan kasus Covid-19 yang tinggi cenderung memilih Presiden Donald Trump/Net
rmol news logo Sebuah analisis yang dilakukan oleh Associated Press menunjukkan Presiden Donald Trump berjaya di wilayah-wilayah yang memiliki kasus Covid-19 besar di Amerika.

Hasil analisis yang dirilis pada Jumat (6/11) itu mengungkap, dari 376 kabupaten dengan jumlah kasus Covid-19 per kapita tertinggi, sebanyak 93 persen di antaranya memilih Trump.

Sebagian besar adalah daerah pedesaan di Dakota, Iowa, Kansas, Montana, Nebraska, dan Wisconsin.

Wilayah-wilayah tersebut memiliki tingkat kepatuhan protokol kesehatan seperti jaga jarak dan memakai masker yang rendah.

Adapun analisis tersebut terbatas pada 95 persen negara bagian yang sudah melaporkan hasil pemilihan.

Dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh AP VoteCast terhadap 110 ribu pemilih di seluruh negeri, sebanyak 36 persen di antara pemilih Trump menggambaran pandemi sepenuhnya terkendali dan 47 persen lainnya agak terkendali.

Di sisi lain, 82 persen pemilih Joe Biden mengatakan pandemi sama sekali tidak terkendali.

Jika dikelompokan, pemilih tertinggi yang mengatakan pandemi setidaknya terkendali berada di negara bagian pendukung Trump. Di antaranya adalah Alabama (60 persen), Kentucky (55 persen), Mississippi (58 persen), Missouri (54 persen), South Carolina (56 persen), Tennessee (56 persen) dan Texas (55 persen).

Sementara itu, di Wisconsin yang sempat mengalami lonjakan infeksi, terdapat 57 persen pemililh yang mengatakan pandemi tidak terendali.

Di Washington, 55 persen pemilih mengatakan pandemi lebih terkendali. Sama halnya seperti di New York dan New Hamshire. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA