Potongan gambar tersebut seakan memotret tayangan televisi media
Fox 2 yang memberitakan kabar berjudul
"Detroit Voters Roll Lawsuit".
Potongan gambar itu memberikan informasi bahwa warga Detroit mengajukan gugatan terkait hasil pemilu Amerika Serikat karena menemukan sejumlah kejanggalan, yakni:
1. Adanya 4.788 pendaftar ganda
2. Ada 32.519 lebih banyak pemilih yang terdaftar daripada pemilih yang memenuhi syarat
3. Sebanyak 2.503 orang yang sudah meninggal dunia terdaftar sebagai pemilih
4. Salah seorang pemilih terdaftar lahir pada tahun 1823
Potongan gambar itu sempat menyita perhatian publik, terlebih karena pemilu di Amerika Serikat sedang menghangat pasca kubu petahana menyebut akan menyeret masalah pemilu ke Mahkamah Agung.
Lantas, benarkah kabar tersebut?
Redaksi
Kantor Berita Politik RMOL berusaha menelusuri kebenaran kabar dari potongan gambar tersebut. Hasilnya, redaksi tidak menemukan kabar serupa diangkat oleh media internasional yang kredibel.
Sementara itu, situs pengecekan fakta di Internet,
Snopes menyebut bahwa potongan gambar itu palsu alias informasi yang menyesatkan, alias
hoax.
"Pemilihan presiden Amerika Serikat 2020 yang mempertaruhkan Presiden dari Partai Republik Donald Trump melawan calon dari Partai Demokrat Joe Biden berlangsung pada 3 November, dan segera diwarnai oleh tuduhan dari kampanye Trump tentang 'penipuan pemilih' yang merajalela di pihak Demokrat," begitu bunyi analisis Snopes soal potongan gambar
hoax itu.
"Meskipun tidak ada bukti nyata dari kecurangan pemilih yang tersebar luas, Trump dan pendukungnya melancarkan perang propaganda untuk mendiskreditkan hasil pemilu, yang, pada hari kedua penghitungan suara (4 November), tampaknya cenderung mengarah ke kemenangan Biden," sambung analisis yang sama.
Karena dasar itulah, beberapa pendukung Trump membagikan grafik gambar yang konon diambil dari laporan berita Fox 2 Detroit berjudul "Tuntutan Daftar Pemilih Detroit - Diarsipkan oleh Yayasan Hukum Kepentingan Umum".
"Waktu postingan ini menyampaikan kesan bahwa Fox 2 Detroit telah melaporkan tentang penipuan pemilih selama, atau terkait dengan, pemilu 2020. Seorang pengguna Facebook membagikan gambar tersebut," bunyi analisis yang sama.
"Grafik yang kami temukan, serta laporan asalnya, adalah nyata. Namun, segmen berita tersebut ditayangkan bukan pada November 2020, tetapi pada Desember 2019. Gugatan yang direferensikan dalam laporan tersebut dibatalkan oleh penggugat pada 1 Juli 2020, setelah 'tindakan perbaikan' diambil oleh kota Detroit," tambahnya.
BERITA TERKAIT: