Dalam cuitannya di Twitter pada Kamis (5/11), Khamenei mengejek pelaksanaan pemilu di negeri Paman Sam. Menurutnya, pemilu kali ini mengungkap realitas demokrasi Amerika Serikat.
Khamenei merujuk pada "kericuhan" yang terjadi setelah petahana Donald Trump mengklaim kemenangan sepihak dan menyebut bahwa kemungkinan ada penipuan atau kecurangan.
Di sisi lain, tim kampanye penantang Demokrat Joe Biden menuduh petahana berusaha menolak hak pemilihan puluhan ribu pemilih melalui pos.
"Benar-benar tontonan! Satu (orang) mengatakan ini adalah pemilu paling curang dalam sejarah Amerika Serikat. Siapa yang mengatakan itu? Presiden yang sedang menjabat," tulisnya seperti dikabarkan
Al Jazeera.
"Saingannya mengatakan Trump bermaksud untuk mencurangi pemilihan! Beginilah Pemilu dan demokrasi Amerika Serikat," sambungnya.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: