Pengumuman tersebut disampaikan oleh Presiden Alberto Fernandez dalam wawancaranya dengan
Sputnik pada Selasa (2/11).
"Mereka (Rusia) akan memberi kami 10 juta dosis pada Desember, dan awal Januari kami menerima 15 juta dosis lagi," kata Fernandez.
Dalam pernyataannya, ia juga mengatakan akan mendapatkan vaksinasi Sputnik V jika vaksin tersebut sudah tersedia.
Pada hari yang sama, CEO Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF), Kirill Dmitriev menagtakan, produksi Sputnik V untuk Argentina akan dilakukan di India, Korea Selatan, China, dan beberapa negara lain.
"Vaksin Sputnik V untuk Argentina akan diproduksi oleh mitra RDIF di India, Korea, China dan sejumlah negara lain yang sedang menyiapkan produksi vaksin Rusia," ujar Dmitriev.
Sebelumnya, Wakil CEO Pertama RDIF, Anatoly Braverman, mencatat bahwa Rusia tertarik pada lebih dari 1,2 miliar dosis vaksin Sputnik V, dengan sekitar 200 juta dosis berpotensi masuk ke negara-negara Amerika Latin.
Sputnik V merupakan vaksin yang dikembangkan oleh Gamaleya Research Institute dengan Kementerian Pertahanan Rusia, dan menjadi vaksin Covid-19 pertama yang tersertifikasi pada Agustus.
Meski begitu, Sputnik V sendiri masih dalam tahap uji klinis tahap terakhir, bekerja sama dengan sejumlah negara seperti Belarusia, Venezuela, dan Uni Emirat Arab (UEA).
BERITA TERKAIT: