Hal itu dikabarkan langsung oleh Gayoom di akun Twitter pribadinya pada hari Selasa (25/8) bahwa dia telah dites positif terkena virus corona ketika negara kepulauan itu tengah memerangi peningkatan angka kasus baru Covid-19.
"Saya dinyatakan positif Covid-19. Semoga Allah Yang Maha Kuasa memberkati saya dan semua orang sakit lainnya dengan kesembuhan yang cepat dan kesehatan yang baik!," tulis politisi berusia 82 tahun itu di Twitter, seperti dikutip dari
AFP, Rabu (26/8).
Seorang mantan asisten Gayoom mengatakan kepada AFP bahwa pria yang pernah memegang kekuasaan selama tiga dekade itu diperiksa setelah dia menderita demam. Tidak ada kabar tersedia tentang kondisinya.
Setelah meninggalkan jabatannya pada tahun 2008, Gayoom tetap menjadi tokoh politik yang aktif. Para penentang menuduhnya sebagai pemimpin otokratis selama tiga dekade berkuasa.
Namun, dia juga teecatat sebagai juru kampanye awal melawan pemanasan global dan kenaikan permukaan laut yang dia peringatkan dapat menghapus Maladewa yang berada di dataran rendah dari muka bumi.
Maladewa, yang terkenal dengan pariwisata pulau kelas atas, membuka kembali perbatasan internasionalnya untuk pengunjung pada pertengahan Juli setelah berhenti selama tiga bulan yang melumpuhkan industri perhotelan akibat pembatasan Covid-19.
Dalam beberapa pekan terakhir, negara ini telah melihat peningkatan yang stabil dalam kasus Covid-19, dan telah melaporkan total 7.047 infeksi dan 28 kematian sejak virus mulai menyebar secara global awal tahun ini.