Dilaporkan salah satu awak kapal tewas dalam ledakan itu dan satu lagi dilaporkan hilang. Sementara beberapa anggota awak lainnya berada di rumah sakit di seluruh kota. Operator kapal Abou Merhi Cruises, yang masih shock dengan peristiwa ledakan itu menyebutnya sebagai tragedi mengerikan.
Ledakan menimbulkan kerusakan pada beberapa bagian kapal, menyebabkan air masuk ke kapal itu sedikit demi sedikit hingga kemarin malam, Kamis (6/8) kapal sepanjang 120 meter itu terbalik.
Kerusakan parah juga dilaporkan di kantor pusat Abou Merhi Cruises, di daerah Awwal Bliss di Beirut.
The Orient Queen memiliki kapasitas hingga 300 penumpang. Saat ledakan terjadi, tidak ada penumpang di dalamnya karena kapal sedang menghentikan operasionalnya.
Kapal pesiar berbintang lima ini biasanya berlayar dari Pelabuhan Beirut ke lima tujuan di Eropa dan Asia selama musim panas. Seandainya operasi normal dilakukan, kemungkinan kapal pesiar itu berada di laut pada saat ledakan.
“Ini hari yang menyedihkan dan menyedihkan bagi kita semua,†kata operator kapal pesiar itu di media sosial. “Kapal Pesiar Abou Merhi telah kehilangan jiwa yang berharga dalam tragedi yang terjadi di pelabuhan Beirut. Heilemariam Reta (Hailey) dari Ethiopia," seperti dikutip dari
TN, Jumat (7/8).
“Doa dan pikiran kami bersama keluarga Mustafa Airout dari Suriah yang berada di pelabuhan dan masih hilang,†lanjut postingan tersebut.
Seorang perwakilan dari operator kapal pesiar tersebut mengatakan Airout terakhir kali terlihat "sangat dekat dengan ledakan".