Amonium Nitrat Sumber Ledakan Dahsyat Di Beirut Sudah Diselidiki Sejak Lima Bulan Lalu

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Rabu, 05 Agustus 2020, 13:18 WIB
Amonium Nitrat Sumber Ledakan Dahsyat Di Beirut Sudah Diselidiki Sejak Lima Bulan Lalu
Petugas pemadam mencoba memadamkan sisa api hasil ledakan di Beirut, Lebanon/Net
rmol news logo Dinas Keamanan Nasional Lebanon ternyata sudah melakukan penyelidikan mengenai penemuan sejumlah besar amonium nitrat di pelabuhan Beirut sejak lima bulan lalu.

Saluran televisi Lebanon OTV pada Rabu (5/8) melaporkan, berdasarkan hasil penyelidikan, 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan di sebuah gudang sangat berbahaya.

Mengutip Reuters, pihak berwenang juga telah menunjuk seseorang untuk bertanggung jawab menjaga penyimpanan tersebut guna mencegah situasi yang tidak diinginkan, termasuk ledakan.

Sayangnya, pada Selasa (4/8) pukul 18.02 waktu setempat, situasi yang tidak diinginkan tersebut terjadi. Ledakan dahyat mengguncang area pelabuhan Beirut, menghancurkan setengah dari bangunan kota. Rumah sakit pun penuh sesak karena banyaknya korvan yang terluka.

Departemen Kesehatan menyebut, sedikitnya 78 orang meninggal dunia dan 4.000 lainnya cedera akibat tragedi tersebut.

Kepala Dinas Keamanan Jenderal Abbas Ibrahim mengatakan, sumber ledakan merupakan amonium nitrat yang merupakan hasil sitaan sejak 2014.

Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab menegaskan, pihaknya akan mencari siapapun yang bertanggung jawab atas kelalaian yang sangat fatal tersebut.

Pemerintah Lebanon juga sudah mendeklarasikan masa berkabung selama tiga hari untuk para korban dan keadaan darurat selama dua pekan. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA