Saluran televisi Lebanon
OTV pada Rabu (5/8) melaporkan, berdasarkan hasil penyelidikan, 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan di sebuah gudang sangat berbahaya.
Mengutip
Reuters, pihak berwenang juga telah menunjuk seseorang untuk bertanggung jawab menjaga penyimpanan tersebut guna mencegah situasi yang tidak diinginkan, termasuk ledakan.
Sayangnya, pada Selasa (4/8) pukul 18.02 waktu setempat, situasi yang tidak diinginkan tersebut terjadi. Ledakan dahyat mengguncang area pelabuhan Beirut, menghancurkan setengah dari bangunan kota. Rumah sakit pun penuh sesak karena banyaknya korvan yang terluka.
Departemen Kesehatan menyebut, sedikitnya 78 orang meninggal dunia dan 4.000 lainnya cedera akibat tragedi tersebut.
Kepala Dinas Keamanan Jenderal Abbas Ibrahim mengatakan, sumber ledakan merupakan amonium nitrat yang merupakan hasil sitaan sejak 2014.
Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab menegaskan, pihaknya akan mencari siapapun yang bertanggung jawab atas kelalaian yang sangat fatal tersebut.
Pemerintah Lebanon juga sudah mendeklarasikan masa berkabung selama tiga hari untuk para korban dan keadaan darurat selama dua pekan.
BERITA TERKAIT: