Desakan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dalam
US-India Business Council’s India Ideas Summit yang diselenggarakan secara virtual pada Rabu (22/7).
Pompeo mengatakan, India memiliki peluang untuk memindahkan rantai pasokan dari China dan mengurangi ketergantungannya pada perusahaan-perusahaan China. Mengingat selama ini, India yang merupakan pemasok obat generik utama dunia memiliki ketergantungan pada bahan baku dari China, hampir 70 persen.
"India berada dalam posisi ini karena telah mendapatkan kepercayaan banyak negara di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat," kata Pompeo seperti dikutip
CNA.
Buruknya hubungan India dan China akibat perselisihan di perbatasan membuat New Delhi lebih dekat dengan Washington. Dalam hal ini, Pompeo menuding China yang memulai konflik di perbatasan Himalaya, di mana 20 tentara India terbunuh.
"Bentrokan baru-baru ini diprakarsai oleh PLA (Tentara Pembebasan Rakyat) hanyalah contoh terbaru dari perilaku PKC (Partai Komunis China) yang tidak dapat diterima," sambung Pompeo.
Konfrontasi militer India dengan China tersebut juga membuat hubungan New Delhi dan Washington lebih dekat dalam hal keamanan. Modernisasi militer India beralih ke AS dari Rusia.
"Amerika Serikat tidak pernah lebih mendukung keamanan India. India juga merupakan mitra penting dan pilar utama kebijakan luar negeri Presiden (Donald) Trump," tekan Pompeo.
Hubungan AS dan China dalam beberapa tahun terakhir berada di titik rendah. Pemerintahan AS selama ini menyalahkan AS atas pandemik Covid-19 dan menuding perusahaan teknologi raksasa China Huawei Technologies melakukan spionase. Berbagai isu yang memperpanas hubungan dua kekuatan ekonomi dunia tersebut di antaranya adalah perang dagang, demonstrasi Hong Kong, hingga Laut China Selatan.
Langkah terbaru mundurnya hubungan AS dan China terjadi baru-baru ini, ketika Washington meminta Beijing untuk menutup konsulatnya di Houston, Texas.
BERITA TERKAIT: