Menteri Ekonomi Yasutoshi Nishimura pada hari Minggu (3/5) menjelaskan, di antara bentuk pelonggaran yang dimaksud adalah memungkinkan tempat-tempat seperti taman dan museum dibuka kembali, asalkan langkah-langkah pencegahan yang tepat dilakukan dengan baik.
"Selama langkah-langkah pencegahan yang tepat sudah ada, mungkin bisa mengurangi beberapa pembatasan saat ini pada kegiatan ekonomi," kata Nishimura, seperti dimuat
Channel News Asia.
Dia menambahkan, tempat-tempat umum seperti taman, museum, galeri seni, dan perpustakaan dapat dibuka kembali bahkan di 13 prefektur di mana virus corona telah menyebar dengan cepat, jika para pengelola mengambil langkah tepat untuk mendisinfeksi tempat-tempat tersebut dan memastikan pengunjung menjaga jarak satu sama lain.
Meski begitu, Nishimura menyebut bahwa rincian lebih lanjut tentang bagaimana pembatasan mungkin akan dilonggarkan baru akan dibahas oleh para ahli besok, (Senin, 4/5).
Pernyataan itu agaknya kontradiktif dengan rencana pemerintah Jepang
untuk mengumumkan perpanjangan keadaan daruratnya demi menekan infeksi
virus corona.
Untuk diketahui, pemerintah Jepang memberlakukan keadaan darurat untuk mengerem penularan virus corona. Kondisi tersebut akan berakhir pada 6 Mei mendatang. Namun ada rencana pemerintah Jepang untuk memperpanjang keadaan darurat untuk satu bulan lagi.
Di bawah keadaan darurat, pemerintah meminta warganya untuk tinggal di rumah, menghindari jalan-jalan yang tidak perlu, dan menahan diri untuk tidak pergi ke daerah yang ramai.
BERITA TERKAIT: