Pembicaraan via telepon itu terkait kerja sama bilateral selama pandemi Covid-19.
Senator Christopher "Bong" Go, yang kini menjabat sebagai ajudan pribadi Duterte, membenarkan hal ini. Ia mengatakan pembicaraan di telepon itu berlangsung sekitar 18 menit.
Filipina dan AS telah mengalami kesulitan dalam membatasi jumlah kasus Covid-19.
Hingga hari Minggu, AS memiliki angka kasus terbanyak dengan jumlah 734.552 positif Corona, dan 34.000 kematian.
Sementara Filipina menjadi salah satu negara dengan angka kasus yang cukup tinggi di Asia. Departemen Kesehatan (DOH) telah mencatat kasus di Filipina sebanyak 6.259 positif corona dan 409 kematian.
Tidak dijelaskan kerja sama macam apa persisnya yang dibicarakan Duterte dan Trump.
Sebelumnya, Trump baru saja menerima bantuan dari Badan Penanggulangan bencana (FEMA).
Redaksi RMOL mengutip ungkapan kelegaan Trump atas bantuan tersebut dalam tweetnya, Minggu (19/4) malam.
"Penghargaan besar harus diberikan kepada @FEMA dan semua yang membantu Negara kita menjadikannya besar!" kata Trump.
Dilaporkan dalam tweet tersebut bahwa penerbangan tiba di Chicago membawa sebanyak 7.5 juta masker, 1.9 juta thermometer, 109 juta stetoskop, dan banyak lagi.
"Ini hanyalah salah satu cara kami mendapatkan pasokan di mana mereka dibutuhkan," kata FEMA.
BERITA TERKAIT: