Anggap Pandemik Corona Sebagai "Berita Palsu", Belasan Orang Di Vancouver Unjuk Rasa

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Selasa, 14 April 2020, 16:04 WIB
Anggap Pandemik Corona Sebagai "Berita Palsu", Belasan Orang Di Vancouver Unjuk Rasa
Unjuk rasa di Vancouver, British Columbia/Net
rmol news logo Sebuah protes dilakukan di Vancouver, Provinsi British Columbia (BC), Kanada. Protes tersebut dilakukan oleh orang-orang yang menentang aturan jarak sosial dan lockdown. Mereka mengatakan pandmeik Covid-19 hanyalah "berita palsu".

Dari foto dan video yang tersebar di media sosial terlihat sekitar 15 orang melakukan protes pada Minggu (12/4) di Balai Kota. Para pengunjuk rasa tersebut tidak mengindahkan aturan pemerintah untuk tetap tinggal di rumah dan menghindari pertemuan.

Sembari berjalan menuju pusat kota Vancouver, para pengunjuk rasa menyerukan penentangan aturan jarak fisik dan meminta pencabutan lockdown yang membuat orang-orang harus tinggal di rumah.

Dikatakan oleh petugas kesehatan provinsi, Dr Bonnie Henry pada Senin (13/4), protes tersebut telah melanggar aturan. Hal serupa juga dikatakan oleh Menteri Kesehatan BC, Adrian Dix.

"Orang pada dasarnya berusaha untuk mempromosikan diri mereka sendiri dan apa yang merupakan pandangan marjinal," kata Dix pada konferensi pers dengan Henry.

"Fokus pada apa yang perlu kita lakukan bersama dan jangan biarkan orang yang berusaha mempromosikan diri mereka sendiri, dengan menggunakan penderitaan orang lain, untuk mengalihkan perhatian kita," tambahnya seperti dimuat SCMP.

Ada pun video dan foto tersebut dirilis oleh Dan Dicks. Ia adalah seorang jurnalis investigasi yang menggambarkan protes tersebut sebagai "pawai besar-besaran melawan tirani". Dicks juga mengunggah video yang menyangkut teori konspirasi pandemik corona dengan jaringan 5G.

"Saya tidak berpikir keduanya terhubung tetapi anda tampaknya mencoba membuat koneksi di sana," kata Dicks.

Hingga saat ini, Departemen Kepolisian Vancouver tidak menanggapi permintaan komentar.

Berdasarkan aturan, individu yang melanggar aturan jarak fisik bisa didenda hingga 750 dolar AS di Vancouver. Namun, hukuman tersebut hanya berlaku untuk orang-orang di bar dan restoran, dan bukan di jalan-jalan umum. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA