Per Senin (13/4), Rusia melaporkan adanya 2.558 kasus baru yang menjadikan jumlah keseluruhan menjadi 18.328 kasus. Sebanyak 18 orang meninggal dunia sehingga angka kematian menjadi 148.
Di antara jumlah kasus tersebut, Moskow adalah daerah yang paling parah dihantam corona. Pemerintah juga sudah memberlakukan kuncian di Moskow dan beberapa daerah lainnya guna menghentikan penyebaran virus.
Warga tidak diperbolehkan keluar rumah kecuali untuk membeli makanan, ke rumah sakit, membuang sampah, dan pergi bekerja jika benar-benar penting.
Tinggi jumlah kasus membuat Putin sedikit kesal dengan penanganan wabah di beberapa daerah yang tidak segera menerapkan kuncian.
"Cadangan ini (waktu) tidak boleh dihabiskan tanpa berpikir, itu harus digunakan dengan cara yang paling efisien," kata Putin kepada para pejabat seperti dimuat
Reuters.
"Kita memiliki banyak masalah, kita tidak punya apa-apa terutama untuk dibanggakan dan kita tidak boleh santai," sambungnya.
Untuk membantu meredakan krisis, Putin kemudian mendesak para pejabat untuk mempertimbangkan penggunaan pasukan tentara Rusia. Di mana beberapa pihaknya justru mengirim dokter dan peralatan medis ke Italia dan Serbia untuk membantu meredakan krisis di sana.
Tak ayal, langkah tersebut juga memicu kritikan publik terhadap Kremlin. Publik menyebut aksi tersebut hanya publisitas semata, dengan tidak memperhatikan kondisi dalam negeri.
"Anda perlu menggunakan pengalaman ini, tentu saja, dan ingat bahwa semua opsi ini, termasuk opsi dari kementerian pertahanan, jika diperlukan, dapat dan harus dilibatkan di sini," kata Putin.
BERITA TERKAIT: