Itu karena pada Minggu (12/4), Trump me-retweet cuitan untuk memecat Fauci dalam akun Twitternya. Cuitan tersebut ditulis dan diunggah oleh politisi Partai Republik, DeAnna Lorraine.
"Fauci sekarang mengatakan bahwa jika Trump mendengarkan para ahli medis sebelumnya, dia bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa. Fauci pada 29 Februari memberi tahu orang-orang bahwa tidak perlu ada yang dikhawatirkan," cuit Lorraine.
Dimuat
Business Insider, cuitan tersebut juga dibubuhkan tagar berbunyi "Saatnya untuk #FireFauci."
Fauci sendiri adalah Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakir Menular AS sejak 1984. Ia juga merupakan salah satu pakar dari gugur tugas wabah Covid-19 di AS.
Ia merupakan penasihat kesehatan pemerintah AS dalam enam administrasi kepresidenan. Di mana ia telah membantu mengatasi epidemi AIDS, Zika, dan Ebola.
Dalam beberapa hal, Trump dan Fauci sempat berbeda pandangan, termasuk dalam hal pembatasan pergerakan hingga obat untuk pasien Covid-19.
Kendati begitu, tidak jelas apa maksud dari retweet Trump tersebut. Tetapi, lima hari yang lalu, Trump juga menyingkirkan pejabat sementara di Departemen Pertahanan, Glenn Fine.
Sebelum itu, pada 3 April, Trump juga memecat Michael Atkinson yang merupakan inspektur jenderal komunitas intelijen yang menuding Trump meminta campur tangan asing untuk pemilihan umum 2020.
Sudah sekitar dua bulan sejak kasus pertama AS, dan 22.023 oranng telah meninggal karena virus dan 555.398 orang telah terinfeksi. Data tersebut diambil dari Universitas Johns Hopkins.
BERITA TERKAIT: