Dalam sebuah pernyataan pada Minggu (12/4), pemerintah Inggris menjanjikan dana sebesar 200 juta pound kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk membantu negara miskin dan mencegah munculnya gelombang infeksi kedua.
"Sementara dokter dan perawat kami memerangi virus corona di rumah, kami mengerahkan keahlian dan dana Inggris di seluruh dunia untuk mencegah gelombang mematikan kedua mencapai Inggris," ujar Menteri Pembangunan Internasional, Anne-Marie Trevelyan.
"Virus corona tidak menghormati perbatasan negara sehingga kemampuan kita untuk melindungi publik Inggris hanya akan efektif jika kita memperkuat sistem perawatan kesehatan di negara-negara berkembang yang rentan juga," lanjutnya.
Menurut Trevelyan, sebanyak 130 juta pound akan diberikan kepada badan-badan di bawah PBB, termasuk 65 juta pound untuk WHO. Selain itu sebanyak 50 juta pound akan diberikan kepada Palang Merah Internasional untuk membantu daerah yang dilanda perang dan sulit dijangkau.
Sementara 20 pound akan diberikan kepada organisasi dan badan amal lainnya.
Dana tersebut akan membantu daerah-daerah dengan sistem kesehatan yang lemah seperti Yaman dan Bangladesh untuk menghentikan penyebaran virus.
Menanggapi kontriobusi Inggris, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Gebreyesus memberikan pernyataannya.
"Kontribusi dermawan Inggris adalah pernyataan kuat bahwa ini adalah ancaman global yang menuntut respons global," kata Tedros seperti dimuat
Reuters.
"Kita semua bersama-sama melindungi kesehatan di seluruh dunia akan membantu melindungi kesehatan orang di Inggris," lanjutnya.
Berbeda dengan Inggris, pemerintah Amerika Serikat justru mempertimbangkan untuk memotong pendanaan WHO karena penanganan organisasi tersebut yang dinilai lambat dan "Chins-sentris".
Hingga saat ini, virus corona dilaporkan telah menginfeksi lebih dari 1,6 juta orang di 210 negara dan wilayah di dunia.
BERITA TERKAIT: