Demikian yang disampaikan oleh jurubicara kantor perdana menteri. Meski begitu, ia mengatakan, Johnson masih dalam pengawasan yang ketat di rumah sakit.
"Perdana menteri telah dipindahkan malam ini dari perawatan intensif kembali ke bangsal, di mana ia akan menerima pemantauan ketat selama fase awal pemulihannya," ujar jurubicara tersebut melalui email.
"Dia sangat bersemangat," lanjutnya seperti dimuat
Reuters.
Johnson adalah pemimpin dunia pertama yang dirawat di rumah sakit karena terinfeksi virus corona baru.
Pria 55 tahun tersebut dibawa ke Rumah Sakit St Thomas pada Minggu malam (5/4) karena demam tinggi dan batuk. Keesokannya, Senin (6/4), Johnson dilarikan ke ICU selama tiga malam.
Dengan keadaan yang masih memerlukan perawatan, ia telah menyerahkan kendali pemerintahan kepada Menteri Luar Negeri Dominic Raab, khususnya untuk menangani wabah Covid-19.
Dalam cuitannya, Raab mengatakan, peningkatan kondisi Johnson adalah hal yang ingin semua orang dengar. Di mana Presiden AS Donald Trump juga menggambarkannya sebagai berita besar.
Kondisi Johnson yang berangsur pulih juga mendorong kenaikan kecil nilai poundstreling.
Kendati begitu, belum diketahui kapan Johnson akan melanjutkan kepemimpinannya.
BERITA TERKAIT: