Dalam konferensi pers pada Senin malam (6/4), Trump telah meminta perusahaan farmasi yang tidak disebutkan namanya untuk pergi ke London dan menawarkan bantuan guna menyembuhkan Johnson yang saat ini berada di ruang perawatan intensif.
"Saya telah meminta dua perusahaan terkemuka, untuk segera menghubungi London," ujar Trump seperti dimuat
The Guardian.
"Mereka memiliki perawatan yang benar-benar canggih dan sudah tiba di Lonton. Kantor London memiliki apa pun yang mereka butuhkan. Kami akan melihat apakah kami bisa membantu. Kami telah menghubungi semua dokter Boris dan kami akan melihat apa yang terjadi," lanjutnya.
Sehari sebelum melakukan konferensi pers, Trump sendiri sudah melakukan rapat dengan empat kepala perusahaan farmasi dan biotech AS, yaitu Amgen, Genetech, Gilead, dan Regeneron.
"Mereka sudah melakukan pertemuan dengan para dokter dan kita akan melihat apa yang terjadi. Ketika anda berada dalam perawatan intensif, itu adalah masalah besar. Jadi mereka tetap di sana dan bersiap," tambah Trump.
Trump sendiri selama ini menganggap Johnson sebagai salah satu sekutu terdekatnya. Ketika ia mendengar Johnson dibawa ke ruang perawatan intensif, Trump mengaku sedih.
"Kami sangat sedih mendengar bahwa ia dibawa ke perawatan intensif sore ini, beberapa saat yang lalu, dan orang Amerika semua berdoa untuk kesembuhannya," kata Trump pada Minggu (5/4).
"Dia benar-benar teman yang baik. Dia benar-benar sesuatu yang sangat istimewa, kuat, bertekad, tidak berhenti, tidak menyerah," imbuhnya.
Johnson sendiri dinyatakan positif terinfeksi virus corona baru pada 27 Maret. Setelah sekitar 10 hari melakukan karantina mandiri, Johnson dilarikan ke rumah sakit pada Minggu. Keesokannya, ia dipindahkan ke ruang perawatan intensif untuk menggunakan ventilator.
BERITA TERKAIT: