Uskup Agung Jose H. Gomez mengatakan hal ini demi untuk mengikuti anjuran pemerintah menutup arus penyebaran virus corona.
"Komunitas iman kami berkomitmen penuh untuk melakukan semua yang kami bisa untuk membatasi penyebaran ancaman kesehatan publik global ini," kata Gomez, melansir
Fox News, Rabu (25/3).
Kapel dan pusat misi gereja juga akan ditutup untuk umum. Para pendeta yang aktif hanya izinkan beberapa orang saja untuk meneruskan pekerjaan mereka di kantor.
"Langkah ini harus kami ambil untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan umat beriman dan masyarakat, serta semua yang terus melayani di paroki dan pelayanan kami," ujar Gomez.
Keuskupan agung awal bulan ini mencabut kewajiban umat paroki untuk menghadiri misa Minggu sampai akhir Maret, dan meminta mereka berdiam dan berdoa dari rumah.
"Tinggal di rumah dan membaca kitab, berdoa bersama keluarga Anda dan bergabung dengan diri Anda sendiri untuk pengorbanan Misa," saran Gomez.
Pemberlakuan physical distancing membuat ribuan orang mengikuti ibadah virtual pada hari Minggu kemarin melalui siaran TV dan streaming langsung internet. Banyak gereja di daerah itu melakukan siaran langsung atau mempostingnya di situs web atau media sosial mereka.
Para imam dapat menggunakan kapas atau instrumen lain sebagai penutup tangan saat mengurapi orang sakit.
“Pandemi kesehatan masyarakat saat ini terus menimbulkan ketakutan dan kecemasan di hati dan pikiran banyak orang. Namun, itu juga menyatukan kita sebagai orang yang mencari kebaikan untuk yang lain, †kata Keuskupan Agung.
BERITA TERKAIT: