Trump Tangguhkan Bantuan Ke Ukraina Usai Telepon Zelensky Selama 90 Menit

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Senin, 23 Desember 2019, 15:16 WIB
Trump Tangguhkan Bantuan Ke Ukraina Usai Telepon Zelensky Selama 90 Menit
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden AS Donald Trump/Net
rmol news logo Pemerintah Amerika Serikat (AS) ternyata menunda bantuan militer ke Ukraina setelah Presiden AS Donald Trump melakukan panggilan telepon selama 90 menit dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada 25 Juli lalu.

Hal tersebut dibuktikan dalam email internal yang diterbitkan oleh Center for Public Integrity sebagai bagian dari publikasi investigasi.

"Berdasarkan pedoman yang telah saya terima dan mengingat rencana pemerintah untuk meninjau bantuan ke Ukraina, harap tunda kewajiban tambahan DoD (Department of Defence) terhadap dana ini," tulis pejabat Manajemen dan Anggaran Michael Duffy dalam email kepada pejabat Pentagon seperti dimuat Channel News Asia.

"Mengingat sensitifnya permintaan ini, saya menghargai Anda untuk menyimpan informasi ini hanya untuk mereka yang perlu tahu," lanjutnya.

Jika dikaitkan dengan ringkasan percakapan antara Trump dan Zelensky serta email yang bertanda waktu dikirim pukul 11:04, maka email tersebut hanya berselang satu jam 31 menit setelah Trump melakukan pembicaraan dengan Zelensky.

Trump sendiri dituduh telah menahan bantuan senilai 400 juta dolar AS atau setara dengan Rp 5,5 triliun (Rp 13.979/dolar AS) ke Ukraina untuk mendorong pemerintahan Zelensky menyelidiki rival politiknya, Joe Biden.

Menanggapi hal ini, Senator dari Partai Republik Ron Johnson mengatakan dalam ABC This Week pada Minggu (22/12) bahwa email tersebut tetap tidak memberikan alasan yang kuat untuk impeachment Trump.

"Presiden khawatir apakah dolar yang dengan susah payah diperoleh Amerika itu harus dihabiskan ke negara di mana terjadi kasus-kasus korupsi," ujarnya.

Sementara itu, senator dari Partai Demokrat, Chuck Schumer dalam Twitternya mengatakan, jika memang tidak ada yang salah mengenai penahanan bantuan tersebut, apa alasan Michael Duffy berusaha untuk menyembunyikannya.

Pada Rabu malam (18/19), Trump dimakzulkan oleh House of Representative dengan dua pasal, yaitu menyalahgunakan kekuasaan dan menghalangi kongres untuk melakukan penyelidikan kasus ini. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA