Hal tersebut dibuktikan dalam email internal yang diterbitkan oleh Center for Public Integrity sebagai bagian dari publikasi investigasi.
"Berdasarkan pedoman yang telah saya terima dan mengingat rencana pemerintah untuk meninjau bantuan ke Ukraina, harap tunda kewajiban tambahan DoD (Department of Defence) terhadap dana ini," tulis pejabat Manajemen dan Anggaran Michael Duffy dalam email kepada pejabat Pentagon seperti dimuat
Channel News Asia.
"Mengingat sensitifnya permintaan ini, saya menghargai Anda untuk menyimpan informasi ini hanya untuk mereka yang perlu tahu," lanjutnya.
Jika dikaitkan dengan ringkasan percakapan antara Trump dan Zelensky serta email yang bertanda waktu dikirim pukul 11:04, maka email tersebut hanya berselang satu jam 31 menit setelah Trump melakukan pembicaraan dengan Zelensky.
Trump sendiri dituduh telah menahan bantuan senilai 400 juta dolar AS atau setara dengan Rp 5,5 triliun (Rp 13.979/dolar AS) ke Ukraina untuk mendorong pemerintahan Zelensky menyelidiki rival politiknya, Joe Biden.
Menanggapi hal ini, Senator dari Partai Republik Ron Johnson mengatakan dalam
ABC This Week pada Minggu (22/12) bahwa email tersebut tetap tidak memberikan alasan yang kuat untuk
impeachment Trump.
"Presiden khawatir apakah dolar yang dengan susah payah diperoleh Amerika itu harus dihabiskan ke negara di mana terjadi kasus-kasus korupsi," ujarnya.
Sementara itu, senator dari Partai Demokrat, Chuck Schumer dalam Twitternya mengatakan, jika memang tidak ada yang salah mengenai penahanan bantuan tersebut, apa alasan Michael Duffy berusaha untuk menyembunyikannya.
Pada Rabu malam (18/19), Trump dimakzulkan oleh House of Representative dengan dua pasal, yaitu menyalahgunakan kekuasaan dan menghalangi kongres untuk melakukan penyelidikan kasus ini.
BERITA TERKAIT: