Pesawat X-37B
itu berhasil mendarat dengan selamat di pusat ruang angkasa NASA di
Florida pada Minggu (27/10). Namun tidak ada penjelasan dari pihak
Angkatan Udara Amerika Serikat maupun pihak terkait lainnya soal apa
yang dilakukan pesawat itu di orbit setelah meluncurkan roket SpaceX
pada tahun 2017 lalu.
Pesawat itu menjalankan misi 780 hari menetapkan rekor daya tahan baru untuk kendaraan uji yang dapat digunakan kembali.
Pesawat tersebut tampak seperti pesawat ulang-alik namun dengan ukuran yang lebih kecil.
Dikabarkan
The Guardian awal pekan ini, para pejabat mengatakan bahwa misi terbaru
itu berhasil menyelesaikan tujuannya. Namun tidak disebutkan apa tujuan
yang dimaksud.
"Ini adalah pesawat luar angkasa kelima dari
kendaraan semacam ini. Nomor enam direncanakan tahun depan dengan
peluncuran lain dari Cape Canaveral," kata sekretaris angkatan udara
Barbara Barrett.
"Setiap misi berturut-turut memajukan kemampuan ruang angkasa bangsa kita," tambahnya.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.