Penegasan itu dibuat Pompeo pada Sabtu (19/10), sehari pasca serangan maut di sebuah masjid di provinsi Nangarhar timur yang merenggut 69 nyawa.
Serangan terjadi setelah sebuah bom yang ditempatkan di dalam masjid di daerah Jawdara di distrik Haska Mena meledak saat salat Jumat berlangsung.
Selain merenggut puluhan nyawa, serangan bom itu juga menyebabkan setidaknya 50 orang lainnya luka-luka.
"Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk perdamaian dan stabilitas di Afghanistan, dan akan terus berjuang melawan terorisme," kata Pompeo dalam sebuah pernyataan.
"Kami mendukung rakyat Afghanistan yang hanya menginginkan perdamaian dan masa depan yang bebas dari tindakan kekerasan yang menjijikkan ini," tegasnya, seperti dimuat
Reuters.
Sejauh ini belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Tetapi pemerintah menyalahkan gerilyawan Taliban atas serangan tersebut. Namun juru bicara Taliban, Suhail Shaheen membantah tuduhan itu.
BERITA TERKAIT: