Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, Ruslan M. Daud, menilai sosialisasi masif merupakan kunci agar masyarakat memahami mekanisme, jadwal, hingga persyaratan pendaftaran. Tanpa penyebaran informasi yang luas, program ini dikhawatirkan tidak terserap optimal oleh kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.
"Program mudik gratis ini sangat bermanfaat bagi masyarakat menengah ke bawah. Negara wajib memastikan informasi sampai ke level bawah, bukan hanya beredar di ruang terbatas," ujar Ruslan di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.
Pada musim Lebaran 2026, Kemenhub kembali menyediakan armada bus gratis dengan rute meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, hingga Sumatera.
Ruslan menekankan program ini bukan sekadar fasilitas transportasi, melainkan bentuk kehadiran negara dalam meringankan beban ekonomi warga di tengah lonjakan tarif angkutan saat mudik. Ia juga meminta Kemenhub transparan mengenai kuota dan teknis pendaftaran agar tidak menyulitkan calon pemudik.
"Syaratnya harus sederhana dan mudah dipahami. Jangan sampai masyarakat kecil kesulitan mengakses karena kurang informasi," tegasnya.
Meski berstatus gratis, Ruslan mengingatkan pemerintah agar tetap menjadikan standar keselamatan dan kelayakan armada sebagai prioritas utama. Ia berharap masyarakat dapat pulang kampung dengan aman, nyaman, dan bertanggung jawab.
“Lebaran merupakan momentum sakral bagi umat Muslim untuk kembali menyambung silaturahmi dengan orang tua dan sanak saudara di kampung halaman, maka sudah seharusnya jika pemerintah memfasilitasi mudik dengan seksama,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: