Untuk lebih mengetahui situasi terkini Hong Kong dan kondisi WNI di sana,
Kantor Berita Politik RMOL menghubungi Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong yang berada di kawasan Causeway Bay, Selasa (8/10).
"KJRI selalu mengimbau WNI untuk tetap waspada, menjauhi lokasi demonstrasi, tidak ikut dalam aktivitas demonstrasi, tidak mudah terprovokasi oleh ajakan untuk ikut demonstrasi, dan selalu menaati hukum dan peraturan setempat," ujar konsul muda penerangan, sosial dan budaya KJRI Hong Kong, Vania Lijaya.
Lebih lanjut, Vania menjelaskan kondisi Hong Kong pasca unjuk rasa berujung kerusuhan akhir pekan kemarin sudah berangsur kondusif. Aktivitas masyarakat sudah berjalan normal meskipun sistem transportasi umum, khususnya MTR sedikit terhambat karena beberapa jalur masih belum dibuka untuk perbaikan.
"Kami secara aktif menyampaikan informasi terkait demonstrasi yang diperoleh dari aparat keamanan Hong Kong melalui media sosial, Facebook. KJRI juga menyediakan hotline 24 jam bagi WNI yang terdampak demonstrasi dan menyediakan layanan help desk di Bandara Internasional Hong Kong," lanjutnya.
Diketahui, jumlah WNI di Hong Kong mencapai 174 ribu orang. Meski unjuk rasa selama empat bulan terakhir seringkali berujung bentrokan, namun KJRI belum pernah menerima pengaduan mengenai WNI yang terdampak langsung.
Sementara itu, untuk WNI yang akan melakukan perjalanan ke Hong Kong, KJRI menghimbau untuk memastikan jadwal penerbangan dengan pihak maskapai penerbangan dan tetap waspada serta menghubungi hotline KJRI Hong Kong sekiranya membutuhkan bantuan.
BERITA TERKAIT: