Sabtu (5/10), dilansir dari KBS yang mengutip surat kabar Minju Choson yang diterbitkan oleh Kabinet Korea Utara menggambarkan, uji coba penembakkan rudal balistik kapal selam (SLBM) Pukguksong-3 yang dilaksanakan pada Rabu lalu (2/10), merupakan acara bersejarah bagi Korea Utara.
Lebih lanjut, laporan Minju Choson mengungkapkan, peluncuran rudal adalah kontribusi pertahanan nasional yang lebih kuat untuk melawan ancaman eksternal. Bagi Korea Utara, pertahanan yang kuat adalah cara terbaik untuk mengalahkan skema agresi imperialistik dan tirani.
Selain laporan peluncuran rudal SLBM, Minju Choson juga menderetkan sejumlah senjata yang telah diluncurkan Korea Utara sejak Mei dengan mengatakan industri pertahanan negara itu sudah berada di tingkat maju.
Minju Choson menerangkan, pasukan musuh telah menyesatkan publik dengan pendapat seolah-olah senjata Korea Utara memperparah kondisi di Semenanjung Korea dan mengancam perdamaian dan keamanan global.
Masih menurut surat kabar itu, Korea Selatan telah menunjukkan dualitas. Di satu sisi, Korea Selatan menunjukkan iniasi perdamaian namun di sisi lain negara itu justru memperkenalkan senjata serangan baru dan melakukan latihan militer bersama dengan Amerika Serikat.
Diketahui, peluncuran rudal pada Rabu kemarin hanya berselang sehari setelah Korea Utara setuju untuk melanjutkan pembicaraan denuklirisasi dengan Amerika Serikat. Direncanakan, hari ini kedua perwakilan akan kembali membuka dialog di Stockholm.