Begitu yang diungkapkan oleh seorang jenderal Marinir Kenneth McKenzie, Jumat (13/9), seperti yang dilansir oleh Reuters.
"Kami tidak akan meningkatkan jejak kami di tanah itu (Suriah) untuk melakukan patroli," ujar McKenzie.
Pernyataan McKenzie ini menyusul laporan
New York Times sehari sebelumnya yang menyatakan bahwa Pentagon tengah bersiap untuk mengirim sekitar 150 tentara untuk melakukan patroli dengan pasukan Turki.
Lebih lanjut, McKenzie mengatakan bahwa AS akan mengatur jumlah pasukan saat ini di Suriah untuk melakukan patroli dengan Turki, di mana saat ini pasukan AS di Suriah berjumlah sekiar 1.000 orang.
Diketahui, Turki berambisi untuk membersihkan perbatasannya dari militan YPG Suriah yang menurut negara tersebut sebagai teroris. Namun, YPG telah menjadi sekutu AS dalam perang melawan ISIS di Suriah yang membuat marah Turki.
Untuk menjaga hubungan baik kedua sekutu ini, AS mulai melakukan patroli bersama dengan Turki. Patroli darat pertama dilakukan pada pekan lalu dan patroli darat gabungan keempat pada Kamis lalu (11/9).
Sayangnya, patroli gabungan ini tampaknya gagal memenuhi tuntutan Turki yang ingin menciptakan zona aman yang dikendalikan pasukan Turki. Selain itu, dalam beberapa bulan terakhir, hubungan Turki dan AS juga semakin renggang karena beberapa hal.
BERITA TERKAIT: