Wilayah mayoritas Muslim itu diketahui berada di bawah penguncian keamanan dan pemadaman komunikasi hampir total selama lebih dari empat hari sejak India menghapus status otonomi khusus.
Guterres menambahkan, pembatasan dapat memperburuk situasi hak asasi manusia di wilayah itu.
Dikabarkan
Al Jazeera, dia juga mengimbau agar India dan Pakistan menahan diri dari mengambil langkah-langkah yang dapat memengaruhi status kawasan itu. Langkah New Delhi telah meningkatkan ketegangan dengan Pakistan.
Sejak pembatasan dan penguncian dilakukan India, ribuan polisi paramiliter India dikerahkan di kota terbesar Kashmir, Srinagar. Selain itu sekolah-sekolah ditutup dan jalan-jalan dan lingkungan dibarikade untuk menghentikan demonstrasi publik terhadap perubahan besar-besaran.
Selain itu, ratusan orang telah ditangkap sejak awal pekan ini.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: