WNI Diduga Terlibat Bom Jolo, Densus 88 Antiteror Terbang Ke Filipina

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/idham-anhari-1'>IDHAM ANHARI</a>
LAPORAN: IDHAM ANHARI
  • Selasa, 05 Februari 2019, 19:35 WIB
WNI Diduga Terlibat Bom Jolo, Densus 88 Antiteror Terbang Ke Filipina
M Iqbal/Net
rmol news logo Pemerintah bergerak cepat dalam memastikan keterlibatan warga negera Indonesia (WNI) yang diduga terlibat teror bom gereja di Pulau Jolo, Filipina.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) langsung memfasilitasi perwakilan Detasemen Khusus 88 Antiteror bersama Badan Nasional Penanggulanggan Terorisme (BNPT), dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk melakukan proses identifikasi ke Filipina.

“Karena ada dugaan pelaku bom bunuh diri yang disebut-sebut dari negara Indonesia. Kita dengar-dengat dari media,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal kepada wartawan, Selasa (5/2).

Personil Densus 88 Antiteror yang dikirim berjumlah tiga orang. Mereka akan membantu mengungkap fakta dari dugaan tersebut.

“Walaupun sampai saat ini belum ada fakta yang mengonfirmasi bahwa itu benar warga Indonesia,” terang Iqbal.

Kepolisian Filipina (PNP) belum merilis bukti keterlibatan warga negara Indonesia (WNI) dalam pengeboman sebuah gereja di Pulau Jolo, Filipina. Peristiwa itu terjadi pada 27 Januari lalu.

Tapi berdasarkan catatan KBRI Manila, informasi keterlibatan WNI dalam aksi bom bunuh diri dan serangan teror telah beberapa kali disampaikan pemerintah Filipina kepada media massa. Meski, tudingan itu tidak didasari pembuktian dan hasil investigasi. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA