
Uni Emirat Arab (UEA) membuka kembali kedutaan besarnya di Damaskus, Suriah pada hari Kamis (27/12). Langkah ini menandai dorongan diplomatik untuk Presiden Suriah Bashar al-Assad dari negara Arab sekutu Amerika Serikat tersebut.
Pemerintah UEA mengatakan, langkah itu bertujuan untuk menormalkan hubungan kedua negara dan untuk mengurangi resiko campur tangan regional dalam urusan Arab-Suriah.
"Keputusan UEA datang setelah keyakinan bahwa tahap berikutnya membutuhkan kehadiran Arab dan komunikasi dalam arsip Suriah," tulis Menteri negara UEA untuk urusan Luar Negeri, Anwar Gargash di akun Twitternya, seperti dimuat
Reuters.
Pembukaan kembali kedutaan adalah langkah positif menuju rehabilitasi Suriah oleh sesama negara Arab.
Diketahui bahwa keanggotaan Suriah di Liga Arab ditangguhkan tujuh tahun lalu. Gargash mengatakan kepada
Al Arabiya TV bahwa pendaftaran kembali Suriah dalam Liga Arab akan membutuhkan konsensus Arab.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: