Keputusan itu diambil setelah sidang parlemen tambahan diatur untuk mendorong RUU sebelum liburan Tahun Baru.
Amandemen tersebut akan menjadi undang-undang ketika diumumkan dalam lembaran pemerintah.
Sejumlah anggota parlemen menyebut keputusan itu sebagai "hadiah Tahun Baru" kepada rakyat Thailand.
"Ganja telah digunakan di Ini adalah hadiah Tahun Baru dari Majelis Legislatif Nasional kepada pemerintah dan rakyat Thailand," kata Somchai Sawangkarn, ketua komite perancang, seperti dimuat
BBC.
Ganja sendiri telah digunakan oleh warga Thailand sebagai obat tradisional. Namun penggunaannya kemudian dilarang pada tahun 1930-an.
Aturan baru tersebut berarti konsumeb akan dapat membawa jumlah tertentu ganja yang diperlukan untuk keperluan pengobatan, jika mereka memiliki resep atau sertifikat yang diakui.
Penggunaan rekreasi akan dianggap tetap ilegal.
Lisensi untuk produksi dan penjualan produk akan dikontrol dengan ketat.
[mel]
BERITA TERKAIT: