Akhir pekan kemarin, kantor berita
Xinhua melaporkan bahwa tim ekspedisi penelitian Tiongkok telah menemukan area es biru yang sangat besar dan berjarak sekitar 10 kilometer dari salah satu pangkalan negara di benua itu.
Arena itu dianggap potensial untuk membangun bandara.
Saat ini, ada delapan bandara es biru di Antartika. Namun tidak ada satu pun yang dioperasikan olehT iongkok. Sehingga agak sulit bagi negara itu untuk memasok ke empat basis penelitiannya.
Alternatifnya adalah pesawat pendaratan di atas salju menggunakan "jalur ski". Namun untuk melakukan hal itu, diperlukan kereta luncur khusus untuk pesawat. Selain itu, pesawat yang lebih besar seperti yang dibuat oleh Boeing dan Airbus atau Y-20 milik Tiongkok tidak dapat mendarat sama sekali di jalur ski tersebut.
Bila pembangunan bandara Antartika oleh Tiongkok terealisasi, maka akan bisa digunakan untuk memasok stasiun penelitian. Bukan hanya itu, bahwa jumlah wisatawan Tiongkok ke benua itu pun telah melonjak selama dekade terakhir, dari kurang dari 100 wisatawan pada tahun 2008 menjadi hampir 4.000 wisatawan pada tahun 2016.
[mel]
BERITA TERKAIT: