Warga Yaman berharap bahwa gencatan senjata itu akan menjadi titik awal perdamaian permanen untuk seluruh Yaman.
Negara tersebut diketahui dilanda konflik sejak empat tahun yang lalu. Namun kesepakatan terbaru yang diambil oleh pemerintah Yaman dan kelompok Houthi pekan ini membawa titik terang untuk mengakhiri konflik.
Hodeidah menjadi fokus konflik. Kota itu dikuasai oleh Houthi dan koalisi pimpinan Saudi melancarkan serangan untuk merebut kota, pelabuhan Laut Merah dan jalur pasokan bagi jutaan orang yang menghadapi resiko kelaparan, dari Houthi.
Pada pembicaraan di Swedia pada hari Kamis (15/12), kelompok Houthi satu suara dengan koalisi Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi setuju untuk menghentikan pertempuran di Hodeidah dan menarik pasukan.
"Kami senang akan ada penghentian perang. Kami tidak memiliki pekerjaan dan hidup dengan bantuan. Kami butuh bantuan," kata Akram Ateeq, salah seorang warga Yaman yang menyambut kesepakatan tersebut, seperti dimuat
Reuters.
[mel]
BERITA TERKAIT: