Hal itu dipastikan oleh Menteri Luar Negeri Brazil lyang akan segera menjabat, Ernesto Araújo. Dia akan resmi duduk di kursi nomor satu kementerian luar negeri Brazil pada 1 Januari 2019 mendatang.
Dia memastikan bahwa Brazil akan bergabung dengan Amerika Serikat untuk menolak pakta tersebut.
Araujo menilai, perjanjian internaional tersebut adalah instrumen yang tidak tepat untuk menangani masalah migrasi yang saat ini terjadi. Negara-negara harus menetapkan kebijakan mereka sendiri.
"Pemerintah (yang akan datang di bawah Presiden Jair) Bolsonaro akan keluar dari Global Compact for Migration. Sebuah instrumen yang tidak pantas untuk menangani masalah ini,†tulis Araújo di akun Twitternya awal pekan ini.
"Imigrasi tidak boleh diperlakukan sebagai masalah global, melainkan sesuai dengan realitas masing-masing negara,' sambungnya seperti dimuat
Reuters.
Diketahui bahwa pakta PBB soal migrasi merupakan perjanjian tidak mengikat yang ditandatangani oleh 193 negara anggota PBB kecuali Amerika Serikat Juli lalu.
Kesepakatan itu membahas isu-isu seperti bagaimana melindungi migran, mengintegrasikan mereka dan mengirim mereka pulang.
[mel]
BERITA TERKAIT: