Perdana Menteri Perancis Edouard Philippe mengatakan, 89.000 polisi dan polisi akan dimobilisasi di seluruh negeri, 8.000 dari mereka di ibukota Perancis yang merupakan pusat aksi. Bersamaan dengan itu, puluhan kendaraan lapis baja VBRG juga dikerahkan.
"Kami menghadapi orang-orang yang tidak ada di sana untuk berdemonstrasi, tetapi ada untuk menghancurkan hal-hal dan kami ingin memastikan kami tidak meninggalkan mereka untuk melakukan apa yang mereka inginkan," jelasnya seperti dimuat
The Guardian.
VBRG sendiri mampu menembakkan granat gas air mata dan membersihkan barikade. Kendaraan ini jarang digunakan di daerah perkotaan.
Kota Paris bersiaga jelang akhir pekan ini karena ratusan orang akan kembali turun ke jalan untuk memprotes kebijakan pemerintah Perancis di bawah pemerintahan Emmanuel Macron.
Aksi ini melebar dengan cepat. mulanya, aksi dilakukan untuk memprotes kebijakan Macron menaikkan pajak bahan bakar. Namun kemudian berkembang menjadi kritik akan sejumlah kebijakan Macron serta berujung pada tuntutan agar Macron mengundurkan diri.
Aksi yang dilakukan sejak tiga pekan terakhir mulanya berlangsung damai hingga akhir pekan kemarin terjadi bentrok yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan sejumlah mobil serta restoran dan pertokoan di pusat kota Paris hangus dibakar pengunjuk rasa.
[mel]
BERITA TERKAIT: