Begitu bunyi data dari lembagai migrasi PBB terbaru yang dirilis pekan ini.
Dalam laporan yang mencakup periode hingga 1 Desember, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) itu mengatakan, ada total 752.325 orang Afghanistan telah kembali dari Iran dan Pakistan, termasuk 721.633 dari Iran.
“Pengembalian yang tidak terdokumentasi dari Iran secara khusus mengalami peningkatan besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sebagian besar didorong oleh isu-isu politik dan ekonomi baru-baru ini di Iran termasuk devaluasi mata uang besar-besaran,†kata laporan IOM.
Selain itu, masih dalam laporan yang sama, permintaan untuk tenaga kerja Afghanistan dalam ekonomi informal Iran telah turun drastis.
"Karena semua warga Afghanistan biasanya mengirim pulang penghasilan mereka dalam bentuk pengiriman uang bulanan, ekonomi Afghanistan itu sendiri, sudah terbukti di provinsi yang terkena dampak kekeringan Herat, Badghis dan Ghor, menderita efek langsung dan langsung," sambung laporan yang sama.
Sementara itu, seperti dimuat
Reuters, laporan media Iran mengatakan banyak orang Afghanistan telah kembali atau sedang berusaha memasuki Turki untuk mencapai Eropa setelah jatuhnya mata uang Iran, yang telah kehilangan sekitar 70 persen nilainya tahun ini.
[mel]
BERITA TERKAIT: