Menteri Luar Negeri Yaman, Khaled al-Yamani, mengatakan pada hari Selasa (4/12), bahwa pemerintahnya telah mencapai kesepakatan dengan Houthi setelah negosiasi selama delapan hingga sembilan bulan terakhir.
"Ketika kami menuju negosiasi di Swedia, kami akan membahas masalah operasional dari perjanjian ini, bagaimana itu dapat diimplementasikan, bagaimana menukar para tahanan, tahanan, korban penculikan dan yang hilang secara paksa," katanya.
Sementara itu, seorang pejabat pemerintah Hadi Haig m mengatakan kepada kantor berita
AFP bahwa kesepakatan itu mencakup antara 1.500 dan 2.000 pasukan pro-pemerintah dan antara 1.000 dan 1.500 pemberontak Houthi.
Ketua Komite Pemerintahan untuk Urusan Tahana Houthi, Abdul Qader al Murtaza tidak menyebutkan secara spesifik jumlah tahanan yang akan terlibat dalam pertukaran. Namun dia mengatakan bahwa perjanjian itu menandai langkah pertama menuju penyelesaian krisis kemanusiaan Yaman.
"Utusan khusus PBB untuk Yaman, Martin Griffith, menyampaikan kepada kami bahwa pasukan koalisi dan pemerintah Yaman juga telah menandatangani perjanjian pertukaran tahanan yang ditandatangani pada November oleh Houthi," jelasnya.
"Kami menyampaikan harapan bahwa fase implementasi dari perjanjian ini akan berjalan dengan lancar," tambahnya seperti dimuat
Al Jazeera.
[mel]
BERITA TERKAIT: