"Pengenaan undang-undang darurat militer di berbagai daerah berpotensi menyebabkan ancaman peningkatan ketegangan di wilayah konflik, di selatan-timur (Ukraina)," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Selasa (27/11) seperti dimuat
Reuters.
Diketahui bahwa pemerintah Ukraina memberlakukan darurat militer selama 30 hari mulai Senin (26/11) kemarin di beberapa bagian negara yang paling rentan terhadap serangan dari Rusia.
Langkah itu diambil setelah Presiden Petro Poroshenko memperingatkan ancaman sangat serius dari invasi tanah pasca insiden sehari sebelumnya, di mana tiga kapal Angkatan Laut Ukraina dirampas di Selat Kerch.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: