Wakil Menteri Luar Negeri, Abdurrahman Mohammad Fachir mengatakan, tawaran bantuan asing tersebut dilakukan melalui mekanisme terkoordinir, yakni menyesuaikan kebutuhan wilayah terdampak.
"Hingga saat ini negara sahabat yang sudah terindikasi menawarkan bantuannya di antaranya seperti Singapura, New Zealand, Jepang, Australia, Turki, Qatar dan lainnya," paparFachir kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (2/10).
Lebih lanjut Fachir menjelaskan, pemerintah terbuka dengan tawaran bantuan asing selama masa tanggap darurat dan rehabilitasi konstruksi.
Sebagai bagian dari koordinasi mekanisme bantuan asing, sebelumnya Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Pelanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, negara-negara sahabat harus terlebih dahulu mengisi formulir daftar bantuan apa saja yang akan diberikan.
Selanjutnya BNPB dan Kementerian Lembaga (K/L) mengkaji tawaran itu menyesuaikan dengan kebutuhan.
"Bantuan harus disampaikan secara tertulis. Semua bantuan akan dikoordinasikan dengan K/L terkait untuk kemudian ditindaklanjuti," tutur Sutopo dalam diskusi FM, di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Jakarta, Selasa (2/10) kemarin.
[wid]
BERITA TERKAIT: