Hal tersebut dibahas saat Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia A.M Fachir mengunjungi negara daratan di bagian barat Afrika itu.
"Indonesia siap meningkatkan kerja sama bilateral dengan Niger di berbagai bidang, terutama perdagangan, infrastruktur dan kerja sama teknik," ujar Fachir melalui keterangannya, Jumat (10/8).
Pertemuan bilateral merupakan kali pertama dalam sidang komisi bersama RI-Niger. Sebelumnya sidang komisi bersama telah disepakati saat kunjungan Presiden Niger Mahamadou Issoufou ke Indonesia pada Oktober 2017.
Sementara, di bidang perdagangan, Fachir mengungkapkan bahwa diperlukan penurunan tarif tentang perdagangan guna meningkatkan hubungan bilateral kedua negara.
Selain itu, Fachir menuturkan peningkatan konektivitas dan people to people contact kedua. Melalui pencabutan status calling visa bagi WN Niger dan pembebasan visa bagi paspor diplomatik dan dinas yang akan diimplementasikan dalam waktu dekat.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, hingga kini hubungan bilateral RI-Niger dalam sektor perdagangan belum menunjukkan potensi optimal. Pada 2017, nilai total perdagangan hanya mencapai USD 6,62 juta.
[wah]
BERITA TERKAIT: