Apalagi dalam resolusi yang dihasilkan pada sidang khusus darurat itu, turut menyesalkan penggunaan kekuatan 'berlebihan, tidak proporsional dan tidak pandang bulu dari militer Israel terhadap warga sipil Palestina, khususnya di Jalur Gaza.
Resolusi itu didukung 120 negara dan ditolak 8 melawan, sementara 45 abstain.
Kementerian Luar Negeri Malaysia menjelaskan bahwa Malaysia mendukung resolusi karena sejalan dengan dukungan yang secara terus menerus diberikan negeri jiran itu kepada Palestina.
"Malaysia selalu menjadi pendukung kuat perjuangan Palestina dan tetap teguh dalam menyuarakan dukungannya bagi pemulihan hak-hak Palestina yang tak dapat dicabut. Termasuk pembentukan Negara Palestina yang berdaulat dan berdaulat berdasarkan perbatasan pra-1967, dengan Timur Yerusalem sebagai ibukotanya,†tulis pernyataan itu sebagaimana dikutip dari
Bernama, Kamis (14/6).
Kemenlu Malaysia juga menyebut akan terus memainkan peran aktif sebagai negara anggota PBB dalam berkontribusi terhadap upaya untuk mengatasi masalah Palestina.
“Demi mencapai solusi yang adil, langgeng dan damai bagi konflik Palestina-Israel," sambung pernyataan itu.
[ian]
BERITA TERKAIT: