Dia kemudian mengambil contoh tentang hubungan Amerika Serikat dan Korea Utara selama negeri Paman Sam di bawah kendalinya.
Setahun lalu, saat dia keras dengan berbagai program nuklir Korut, haters memintanya untuk menemui pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan menghentikan perang.
Saat itu, Trump dan Kim Jong Un terlibat adu mulut. Adu mulut ini berawal dari pernyataan Trump di Sidang Umum PBB yang mengancam akan meratakan Korea Utara jika tetap menjalankan program nuklir.
Tak lama berselang, ancaman itu direspon oleh Kim Jong Un yang telah sekian lama tidak tampil di media. Kim muncul di media untuk menyebut Trump sebagai orang tua gila.
“Setahun lalu, para pakar memohon konsiliasi dan perdamaian, ‘tolong temui (Kim), jangan berperang’,†ucap Trump dalam akun Twitter-nya, Rabu (13/6).
Sementara pada Selasa (12/6), Trump membuat sejarah baru dengan bertemu Kim Jong Un di Singapura. Pertemuan ini membahas mengenai perdamaian di Semenanjung Korea dan proses denuklirisasi Korut.
Tapi haters ternyata kembali mengkritik sikap Trump tersebut. Bahkan kritik yang muncul berbanding 180 derajat dari permohonan untuk berdamai setahun lalu itu.
“Sekarang kita bertemu dan memiliki hubungan yang baik dengan Kim Jong Un, para pembenci yang sama berteriak, ‘anda seharusnya tidak bertemu, jangan bertemu!’,†kesal Trump.
[ian]
BERITA TERKAIT: