Menurutnya pemilihan ini bukan sekedar kemenangan partai politik, namun untuk mengembalikan marwah dan martabat bangsa.
"Sepatutnya negara yang beruntung ini harus maju dan menjadi negara maju pada 2020. Sayangnya, pemerintahan perdana menteri ke enam telah membawa bencana. Sekarang negara sudah tidak lagi dikenal dengan Harimau Asia," ujarnya dalam pidato poltik yang diunggah akun @mkini_bm, Selasa (8/5).
Mahatir menambahkan selain hilangnya citra harimau asia, dunia internasional memandang Malaysia masuk dalam 10 negara terkorup serta negara yang tidak demokrasi.
"Untuk ini kita perlu mengalahkan pemerintah Najib, Barisan Nasional dan pemimpin UMNO (United Malay National Organisation) yang telah dirusak oleh Najib," ujarnya.
Lebih lanjut Mahatir menekankan pemilihan ini untuk memberikan perubahan oposisi bisa menjadi menang terhadap pemerintah. Sebab sejak dahulu oposisi tidak memiliki harapan untuk mengalahkan dan menggulingkan pemerintahan Barisan Nasional.
Masyarakat sambung Mahatir, juga berpendapat tidak banyak perubahan yang bisa dilakukan oleh oposisi, karena itu dukungan rakyat terhadap oposisi tidak meningkat.
Menurutnya dengan pemilihan inilah Malaysia bisa diselamatkan dari beban hutang yang dibuat oleh pemerintah serta kesadaran masyarakat terhadap ancaman masa depan Malaysia jika pemerintahan Najib Razak kembali memimpin.
"Hanya suara kita yang dapat menyelamatkan negara kita dan nasib buruk yang akan menimpa kita dan keturunan kita jika pemerintah saat ini terus berlanjut," ujar Mahatir.
[nes]